Pemasangan EWS Longsor

Project
Overview

Landslide EWS BPBD Brebes as an Early Response Innovation

Landslide EWS BPBD Brebes as an Early Response Innovation

February 27, 2026

Pada tahun 2024, BPBD Kabupaten Brebes berhasil menyelesaikan proyek instalasi Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS) Longsor sebagai langkah nyata dalam memperkuat kapasitas mitigasi bencana di wilayah rawan longsor. Proyek ini merupakan bagian dari komitmen BPBD Brebes untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat serta mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian material akibat bencana tanah longsor. Instalasi EWS […]

About Landslide EWS BPBD Brebes as an Early Response Innovation

About Landslide EWS BPBD Brebes as an Early Response Innovation

Pada tahun 2024, BPBD Kabupaten Brebes berhasil menyelesaikan proyek instalasi Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS) Longsor sebagai langkah nyata dalam memperkuat kapasitas mitigasi bencana di wilayah rawan longsor. Proyek ini merupakan bagian dari komitmen BPBD Brebes untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat serta mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian material akibat bencana tanah longsor. Instalasi EWS Longsor dilakukan di beberapa titik strategis yang memiliki potensi gerakan tanah tinggi berdasarkan hasil pemetaan dan analisis risiko bencana. Sistem ini terdiri dari master unit, sensor rain gauge (curah hujan), flashlamp (rotari), dan unit sirine peringatan dini yang terhubung secara real-time ke dalam website ews.argatech.com. Data yang dikumpulkan digunakan untuk mendeteksi pergerakan tanah dan intensitas curah hujan, sehingga dapat memberikan peringatan dini kepada masyarakat jika kondisi berpotensi menyebabkan longsor.

Latar Belakang dan Tujuan Proyek EWS Longsor

BPBD Brebes merancang proyek EWS Longsor sebagai respons terhadap tingginya potensi gerakan tanah di beberapa wilayah Kabupaten Brebes. Tujuan utamanya adalah mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian material melalui deteksi dini dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat. Kegiatan ini termasuk survei lokasi, instalasi perangkat, uji coba, pelatihan operator, serta sosialisasi ke masyarakat.

Lokasi & Cakupan Implementasi

Proyek dilaksanakan pada titik-titik prioritas hasil pemetaan risiko—termasuk pemasangan yang dilaporkan di Desa Cinanas, Kecamatan Bantarkawung pada pertengahan 2024—dengan fokus pada daerah perbukitan dan permukiman yang rawan longsor. Lokasi dipilih berdasarkan analisis kerawanan dan aksesibilitas untuk perawatan jangka panjang.

Komponen Sistem & Cara Kerja EWS Longsor

Sistem EWS yang dipasang meliputi:

  • Master unit / data logger yang menerima sinyal dari sensor.
  • Sensor pergerakan tanah (patok & sling / extensometer) untuk mendeteksi deformasi lereng.
  • Sensor curah hujan (rain gauge) untuk memantau intensitas hujan sebagai salah satu pemicu longsor.
  • Panel surya & baterai untuk pasokan daya mandiri di lokasi tanpa PLN.
  • Flashlamp (rotary) dan sirine untuk peringatan audio-visual lokal.
  • Transmisi data (GSM/IoT) ke dashboard monitoring real-time (mis. ews.argatech.com).
  • Konfigurasi ini memungkinkan deteksi anomali gerakan tanah dan pemberitahuan otomatis bila ambang bahaya tercapai.

Proses Implementasi EWS Longsor

Proses implementasi EWS Longsor BPBD Brebes 2024 dilaksanakan melalui tahapan terencana, mulai dari survei lokasi dan pemetaan wilayah rawan, perancangan sistem, hingga instalasi perangkat di titik prioritas. Tim teknis memasang master unit, patok dan sling pergerakan tanah, sensor curah hujan, panel surya, flashlamp dan sirine peringatan dini yang terhubung ke pusat monitoring website ews.argatech.com secara real-time. Setelah uji coba sistem, dilakukan pelatihan operator dan sosialisasi kepada masyarakat agar memahami mekanisme kerja serta prosedur evakuasi saat peringatan dini berbunyi. Melalui tahapan ini, EWS Longsor resmi beroperasi sebagai sistem deteksi dini yang meningkatkan kesiapsiagaan warga terhadap potensi bencana longsor.

Dampak & Harapan ke Depan

Dengan beroperasinya EWS Longsor, diharapkan tingkat kesiapsiagaan masyarakat meningkat dan potensi korban serta kerugian material akibat longsor dapat diminimalkan. Program ini diharapkan menjadi pondasi bagi skema mitigasi bencana yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan di Kabupaten Brebes.

Penutup

Proyek EWS Longsor BPBD Brebes menunjukkan bahwa kombinasi teknologi, kebijakan, dan partisipasi masyarakat adalah kunci mitigasi bencana yang efektif. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah, LSM, dan warga diperlukan untuk pemeliharaan sistem dan peningkatan kesiapsiagaan jangka panjang.

Pemasangan EWS Longsor

Landslide EWS BPBD Brebes as an Early Response Innovation

Pada tahun 2024, BPBD Kabupaten Brebes berhasil menyelesaikan proyek instalasi Sistem Peringatan Dini (Early Warning System/EWS) Longsor sebagai langkah nyata dalam memperkuat kapasitas mitigasi bencana di wilayah rawan longsor. Proyek ini merupakan bagian dari komitmen BPBD Brebes untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat serta mengurangi risiko korban jiwa dan kerugian material akibat bencana tanah longsor. Instalasi EWS […]

Our Projects

Beyond SPARING, we also deliver ONLIMO and other monitoring implementations for government, SOEs, and industry partners.

Landslide EWS Installation at Cikondang and Kutawaringin Villages – Tasikmalaya Regency

EWS Longsor – Indeks resiko bencana di Kabupaten Tasikmalaya adalah yang ke 3 setelah Cianjur dan Sukabumi. Di wilayah ini, mulai dari resiko bencana tanah bergerak, gempa bumi, gunung berapi, banjir, kebakaran, hingga tsunami- adalah beberapa jenis bencana yang ada di Kabupaten Tasikmalaya. Di tahun 2024 lalu terjadi 482 bencana dengan total kerugian akibat bencana […]

Landslide EWS Installation at Cikondang and Kutawaringin Villages – Tasikmalaya Regency